Bahaya Mailing List

Pagi ini muncul email bantahan dari suatu informasi yang saya terima sebelumnya. Padahal informasi itu saya dapatkan dari mailing list A yang saya ikuti. Masalahnya saya sudah memforward informasi itu ke mailing B yang juga saya ikuti dan saya moderatori.

Wah gawat, saya harus segera menginformasikan bantahan ini ke mailing list B, kalau tidak khan sama saja saya turut menyebar berita tidak benar. Langsung saya forwardkan informasi bantahan itu ke mailing list B, dan berharap semoga dengan berita yang lebih baru itu, maka berita yang lama sudah terbantahkan.

Harap-harap cemas, teman-teman di mailing list B belum memforward email yang salah itu ke teman yang lain atau bahkan mailing list yang lain. Atau paling tidak jika sudah memforward email yang salah, mereka juga akan memforward email bantahannya ke teman yang sudah dikirim sebelumnya.

Siangnya ternyata muncul lagi email bantahan terhadap bantahan yang sebelumnya. Jadi informasi berita pertama menurut pengirim itu justru benar. Dan kali ini saya kenal baik yang membantah ini, jadi kecil kemungkinan jika dia bermain-main dengan berita itu.

Waduh, akhirnya saya harus memforward lagi berita bantahan terhadap bantahan itu ke mailing list B. Lalu sekali lagi berharap bahwa yang sudah memforward bantahan, akan juga memforward bantahan itu. Tanpa pikir panjang saya forward lagi ke mailing list B. Waduh (lagi), sorenya ada yang membantah berita itu, dan akhirnya saya ambil keputusan untuk menunggu kebenaran berita itu.

Hm… wah lain kali nampaknya saya harus hati-hati dengan informasi dari mailing list. Terutama jika informasi itu belum kita yakini kebenarannya. Dengan ketersediaannya mailing list, informasi sangat dengan mudah menyebar, diluar kendali kita. Kalau saja dari mailing list A yang saya ikuti ada 50 anggota, lalu dari 50 orang itu ada 10 orang saja termasuk saya yang memforward informasi itu ke mailing lain yang anggotanya misalnya 50 orang juga. Lalu dari mailing lain itu ada sekitar 10 orang yang juga memforward ke mailing list lain.. jadi misalnya berulang maka total yang mengetahui isi berita itu jadi

50 + 10 x 50 + 10 x 10 x 50 + 10 x 10 x 10 x 50 + …

atau bisa ditulis jadi:

50 x ∑n 10^n

(duh gimana sih nulis formula yang bener di wordpress).

iya gak?

Jadi kalau dihitung, jika hanya 3 mailing list maka ada 50 ribu orang lebih yang tahu berita itu. Bayangkan jika mailing list nya beranggota lebih dari 100 orang. Saya sendiri mengikuti mailing list yang jumlah anggotanya lebih dari 500 orang.

Jika berita itu benar sih tidak akan masalah, tapi bagaimana jika berita itu salah. Wah kewajiban yang mem-forward dong yang meneruskan informasi bantahannya. Dari pengalaman saya biasanya orang sering lupa untuk memforward bantahannya, bahkan mungkin baru beberapa hari kemudian membaca bantahannya.

Jadi misalnya hanya ada 5 orang yang mengirim bantahan dari 10 orang, maka total yang membaca berita bantahan nya menjadi:

50 + 5 * 50 + 5 * 5 * 5 * 50 = 6550

Wow.. bayangkan dari penerima informasi yang jumlahnya 50 ribu lebih itu hanya kurang dari 7000 yang mendapatkan informasi yang benar. Jadi sisanya lebih dari 40 ribu orang telah mendapatkan informasi yang salah. Bahaya khan….?

Jadi pelajarannya buat saya:

  • harus hati-hati kalau memforward email
  • cek and ricek (betchek..hehehe)

duh… semoga yang baca email juga sadar untuk tidak mempercayai berita-berita dari sumber yang tidak jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: