Pilih MS Word atau Latex?

Buat yang sering menulis paper/publikasi ilmiah, tentunya sekarang menggunakan perangkat pengolah kata yang tersedia di komputer. Sudah tidak jamannya lagi pakai mesin ketik (jadi ingat dulu waktu masih belajar ngetik di SMP pakai mesin ketik). Semua pakai komputer sekarang. Program yang banyak dipakai orang saat ini adalah MS Word (iya gak? sorry gak pake statistik resmi ngomongnya). Walau sebenarnya program pengolah kata sebenarnya tidak hanya MS word, ada banyak lagi selain MS Word yang keluaran Microsoft. Buat orang dulu mungkin masih ingat memakai Word Perfect atau Amiword. Atau yang lebih tua lagi Wordstar atau Chiwriter. Jadi inget jamannya ngetik tugas pakai Chiwriter (kapan kapan ngeblog ini ah…).

Program pengolah kata saat ini sudah tersedia mulai dari yang versi ‘bayar’ hingga yang ‘gratis’. Versi bayar artinya kita harus bayar sejumlah uang untuk mendapatkan lisensi resmi pemakaian programnya. Versi gratis, kita tidak perlu bayar untuk mendapatkan lisensinya.

Mungkin banyak yang sudah kenal versi yang gratisan, seperti OpenOffice-Writer atau AbiWord. Program-program itu saya golongkan ‘sejenis’ dengan MS Word. Karena interface, dan cara pemakaiannya cenderung ‘MS Word style’.

Sebenarnya ada lagi program pengolah kata ‘gratis’ yang cara pemakaiannya jauh berbeda dibandingkan MS Word style. Latex banyak dipakai oleh para researcher dari ilmu exact untuk mengetik papernya. Latex dikenal ‘jago‘ untuk urusan pengetikan rumus-rumus. Mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Dan hasilnya juga terlihat ‘cantik‘.

Tapi sayangnya di balik tampilannya yang ‘cantik’ itu, tidak mudah untuk membuat dokumen dengan Latex. Pengguna Latex tidak bisa langsung mengetikkan tulisan yang diinginkan dan hasilnya tidak bisa langsung bisa di lihat di layar.  Tulisannya harus di ‘proses’ dulu sebelum hasil akhir didapat.

Untuk bisa memahami Latex, pengguna harus menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan pemahaman MS Word (sorry kalau salah, minimal itu yang terjadi pada saya). Banyak perintah dan aturan penulisan yang harus dipelajari. Saat ini pun saya belum bisa mengingat atau menggunakan semua kemampuan yang ada di Latex. Tapi dibalik kerepotan-kerepotan itu ternyata Latex sangat powerful. Jika kita sudah yakin dengan teknik atau ‘syntax’ penulisan kita, maka sudah bisa dipastikan dokumen yang dihasilkan juga akan sesuai dengan yang kita harapkan.

Hal yang tidak diharapkan terjadi ketika saya menggunakan MS Word. Untuk dokumen-dokumen singkat, MS Word dapat digunakan dengan mudah dan hasil yang cepat dan cantik. Tapi buat yang sudah pernah merasakan kebutuhan untuk mengetik lebih dari 50 halaman, disertai dengan berbagai tabel atau gambar, belum lagi jika ada pengubahan format spasi, atau style, maka kita dihadapkan oleh berbagai ke-tidak konsisten-an dari hasil. MS Word menyarankan penggunaan ‘style’ untuk format-format yang tertentu. Tapi tetap saja penggunaanya tidak mudah (sorry susah nih bagaimana mendeskripsikannya, pokoknya banyak ‘trik’ harus kita terapkan dan kadang membuat frustasi kalau lagi panik).

Dengan Latex hal seperti itu tidak ditemukan, selama dokumen kita memang telah mengikuti aturan yang benar.

Jadi pertanyaannya:

Pakai yang mana?

Kalau saya sih keduanya bagus. Keduanya ada untung dan ruginya. Untuk dokumen ilmiah bisa dipakai dua-duanya, walau kalau dokumen ilmiahnya melibatkan formula, maka Latex lah pilihannya. MS word juga punya fasilitas untuk menggunakan formula, tapi kurang fleksibel. Belum lagi pengalaman saya harus memperbaiki ukuran font yang kebetulan mem’bandel’ waktu di set oleh MS Equation.

Untuk dokumen yang diperlukan dengan cepat maka sudah pasti MS Word pilihan saya, tapi untuk yang persiapannya lama dan yang ukurannya makin lama makin besar, maka Latex lah pilihannya. Penulisan skripsi misalnya. Pakai Latex akan menjamin konsistensi hasil dari dokumen kita.

Jadi mana yang bagus?

Buat saya sih dua-duanya bagus.. iya gak ?

3 Responses to “Pilih MS Word atau Latex?”

  1. menurut gua sih yg bagus ms word, soalnya banyak menu2 fungsi yg gokil abiss..! kalo kita pake latek kebanyakan masyarakat indonesia bingung gimana cara dapetin sofwerenya..! kalo openoffice udah banyak yg make, malahan openoffice di os windows aja dah jalan.
    menurut gua yg paling bagus masih tetap MS Office yaitu ms word

  2. haha… baru aja banting tulang bikin adaptasi latex buat format word laporan praktikum kuliah saya. bisa sih, pake ms word (pinjam laptop kawan, secara saya gak pake windows), tapi, rasanya asyik banget klo berhasil memformat latex sesuai yang kita inginkan.
    jeleknya latex, dia merasa ‘paling benar sendiri’, dan keras kepala, sulit menerima keinginan kita.

  3. B. Hendradjaya Says:

    iya setuju. Tapi sekali kita ngerti maunya Latex, kita bisa sesuaikan dengan keinginan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: