Tips Membaca Paper Ilmiah

Membaca paper ilmiah sangat penting untuk riset, bahkan selain pekerjaan riset itu sendiri, pekerjaan membaca ini juga adalah bagian dari riset. Dengan paper ilmiah tersebut kita bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang sudah dilakukan oleh orang lain, dan juga ide-ide apa saja yang bisa kita tuangkan untuk riset kita sendiri.

Saya mengkategorikan paper yang saya baca menjadi dua:

  1. paper utama/wajib
  2. paper tambahan

Paper utama/ wajib baca biasanya menjadi sumber utama dari riset yang kita kerjakan, kalau yang tambahan biasanya terkait dengan referensi tambahan dari paper yang wajib baca itu. Isinya biasanya ada yang penting tapi tidak
seluruhnya penting, atau bahkan kadang-kadang cuma berisi dukungan
terhadap suatu teori atau bahasan tertentu dari riset kita.

Kalau yang paper utama,  saya membaca dengan tujuan mengerti dari A-Z nya, kalau yang paper tambahan biasanya saya cukup mencari bagian yang pentingnya.

Selanjutnya yang saya biasa lakukan:

  1. Baca judulnya, tahun, pengarang, penerbit
    1. judul buat mengerti isi yang akan ditulis, dan sebagai gambaran akan ‘cerita’ yang akan di baca’;
    2. tahun buat memberikan gambaran keadaan ilmu yang sedang berkembang saat itu;
    3. pengarang untuk memberikan gambaran tentang: terkenal atau tidak (kalau terkenal, kemungkinan besar memang artikelnya bagus, kalau tidak terkenal bukan berarti jelek ya..);
    4. mengetahui penerbit/asal negara penulis berguna karena saya dapati beberapa paper yang ditulis dari non-english speaker, kadang sulit di tangkap maknanya tapi ungkapannya langsung ke intinya, sedangkan paper yang ditulis oleh english speaker biasanya mudah di mengerti tapi kadang berputar-putar kalau menjelaskan masalah yang sebenarnya relatif sederhana.
  2. Baca abstrak. Abstrak yang bagus akan berisi sedikit background, lalu proses/cara atau kira-kira hasil apa yang ingin di presentasikan. Buat saya, bagian yang penting adalah apa yang ingin dipresentasikan  Biasanya bagian ini sesuai dengan judulnya. Jadi kalau sudah bisa menangkap ‘makna’ dari judul, bagian ini mudah juga tertangkap.
  3. Baca setiap subjudul nya dari awal sampai akhir (hanya sub judul). Buat saya ini bagus buat mengetahui:
    1. besar atau jumlah halaman yang akan saya baca, dan perkiraan waktu untuk membacanya (ini bagus buat persiapan seberapa banyak cangkir kopi perlu dipersiapkan.. hehehe..);
    2. memberikan gambaran apa saja yang akan diterangkan (sekaligus kita hubungkan dengan objektif yang sudah diterangkan di abstrak;
    3. kalau ada yang tidak jelas, biasanya di bagian awal subjudul di paragraf terakhir, selalu ada keterangan urutan subjudul yang akan di jelaskan;
    4. Kalau ada gambar atau tabel, saya coba baca saja tanpa mencoba mengerti lebih dalam.
    5. Biasanya kalau saya sudah lakukan ini, saya dapat gambaran lebih jelas tentang bobot paper yang harus saya baca ini, dan berikutnya menentukan konsentrasi sejenis apa yang dibutuhkan, termasuk waktu yang harus saya habiskan buat paper ini.
  4. langkah terakhir ini yang paling repot, karena setelah mengetahui ‘what’ berikutnya kita perlu tahu ‘How’ -nya, dan ini perlu konsentrasi. Tapi langkah terakhir ini juga disesuaikan apakah paper ini paper wajib atau tambahan. Kalau paper wajib, maka mau gak mau perlu disiapkan  secangkir kopi tambahan buat konsentrasi penuh, kalau paper tambahan, cari bagian yang perlu di baca dengan konsentrasi penuh.
  5. Selanjutnya, kalau ada bagian yang agak membingungkan, saya sering loncat ke bagian kesimpulan, karena kadang bagian yang sulit itu ada keterangannya di kesimpulan, atau malah ternyata tidak terlalu penting untuk di mengerti hingga mendalam (karena mungkin tidak terlalu cocok dengan riset kita).

Oya jangan lupa sebelum mulai baca paper, persiapan kopi atau teh atau makanan (baca paper sambil perut laper gak seru  juga..), dan tentunya konsentrasi dan niat untuk baca paper.

Dengan cara itu, saya bisa baca paper wajib dalam 2-4 hari, dan paper tambahan bisa 2-4 paper/hari (heheh saya pas-pasin, kadang pernah 5 paper, tapi itu lagi super konsentrasi..).

Kira-kira itu cara yang saya lakukan. Oya itu cara saya baca paper ilmiah bidang komputer, kalau bidang lain seperti bidang sosial mungkin bisa berbeda. Sebenarnya cara ini juga saya terapkan untuk membaca buku ilmiah, tapi tidak saya sarankan untuk buku fiksi, gak seru khan kalau sudah tau cerita akhirnya.

2 Responses to “Tips Membaca Paper Ilmiah”

  1. sharing paper ilmiah bidang komputer yg lengkap sama abstrak nya dong gan🙂
    thanx b4

  2. B. Hendradjaya Says:

    boleh saja, mau bidang komputer yang mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: